Desa Dempel — 08 Februari 2026. Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam kelompk Kuliah Kerja Nyata (KKN) 95 menggelar kegiatan Sosialisasi GTM CERIA: Gerakan Tutup Mulut, Cegah Risiko Stunting Anak bersama ibu-ibu yang memiliki balita usia 6 bulan hingga 5 tahun yang dilaksanakan di Balai Desa Dempel pada Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) guna mencegah terjadinya Gerakan Tutup Mulut (GTM) dan menurunkan risiko stunting.
Sosialisasi ini diikuti oleh 33 ibu yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Peserta memperoleh pemaparan materi mengenai pengertian Gerakan Tutup Mulut (GTM), faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya GTM pada anak, serta dampaknya terhadap asupan gizi dan proses tumbuh kembang balita. Selain itu, disampaikan pula prinsip pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai dengan tahapan usia anak, meliputi ketepatan waktu pemberian, jenis dan tekstur makanan, serta porsi yang dianjurkan.
Kegiatan ini turut dihadiri dan dibuka oleh Bidan Desa Dempel. Dalam sambutannya, bidan desa menekankan pentingnya peran orang tua dalam memastikan pemenuhan gizi anak sejak usia dini. “Anak yang sering menolak makan tidak boleh dianggap sepele karena jika berlangsung lama dapat berdampak pada kekurangan gizi dan meningkatkan risiko stunting. Melalui kegiatan ini, ibu diharapkan dapat lebih memahami cara pemberian MP-ASI yang tepat dan sesuai dengan usia anak,” ungkap Bidan Desa Dempel dalam sambutannya.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan demonstrasi pijat Tui Na sebagai upaya untuk menambah nafsu makan anak dan mendukung dalam membantu penanganan anak yang mengalami GTM. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan langsung agar peserta dapat memahami dan mempraktikkan teknik pijat yang aman serta mudah diterapkan di rumah.
Salah satu peserta mengaku terbantu dengan adanya kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan permasalahan yang dihadapi sehari-hari.
“Saya jadi lebih paham cara memberi makan anak yang benar dan tidak memaksa. Demonstrasi pijatnya juga sangat membantu karena bisa langsung dipraktikkan di rumah saat anak susah makan,” ungkapnya salah satu peserta kegiatan.
Melalui kegiatan Sosialisasi GTM CERIA ini, mahasiswa KKN berharap pengetahuan dan keterampilan ibu dalam pemberian makan anak dapat meningkat. Dengan demikian, praktik pemberian MP-ASI diharapkan menjadi lebih optimal sehingga risiko GTM dan stunting dapat ditekan serta mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal.
Editor : Salwa Addina