
NGAWI— Mahasiswa Universitas Sebelas Maret yang tergabung dalam kelompok KKN UNS 95 menyelenggarakan program bertajuk “Kolaborasi Kreativitas: Workshop Pembuatan Aksesoris Manik-Manik untuk Mengembangkan Keterampilan Seni dan Kewirausahaan Siswa Sekolah Dasar” di SD Negeri 3 Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendorong pengembangan potensi seni sekaligus menanamkan semangat kewirausahaan sejak usia dini.
Workshop ini menyasar seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6, dengan penekanan lebih intensif kepada siswa kelas 4 sampai 6 sebagai peserta utama dalam praktik lanjutan dan pengembangan desain produk. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, kegiatan ini dirancang untuk melatih kreativitas, ketelitian, serta kemampuan motorik halus siswa dalam merangkai manik-manik menjadi berbagai aksesoris seperti gelang, kalung, dan gantungan kunci.
Desa Dempel sebagai wilayah dengan potensi generasi muda yang besar membutuhkan ruang pengembangan kreativitas yang aplikatif dan menyenangkan. Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa KKN UNS 95 menghadirkan pelatihan sederhana namun berdampak, yang tidak hanya berfokus pada keterampilan seni, tetapi juga membuka wawasan siswa mengenai peluang usaha kreatif yang dapat dikembangkan di masa depan.
Kegiatan diawali dengan pengenalan jenis-jenis manik-manik, teknik dasar merangkai, serta cara memadukan warna agar menghasilkan produk yang menarik. Mahasiswa memberikan demonstrasi secara langsung sebelum siswa mempraktikkan secara mandiri dengan pendampingan. Suasana kelas berlangsung aktif dan penuh antusiasme ketika siswa mulai melihat hasil karya mereka terbentuk.
Selain praktik keterampilan, mahasiswa juga menyisipkan edukasi ringan mengenai konsep kewirausahaan, seperti pentingnya kreativitas dalam menciptakan produk bernilai jual, cara menentukan harga sederhana, hingga strategi pemasaran yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun desa. Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar sesuai dengan tingkat usia siswa. Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program ini karena dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih aplikatif bagi siswa. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena anak-anak belajar langsung membuat produk. Mereka terlihat lebih percaya diri dan bangga dengan hasil karya sendiri,” ujar salah satu guru SD Negeri 3 Dempel. Sebagai hasil dari workshop, setiap siswa berhasil menghasilkan minimal satu produk aksesoris manik-manik yang dapat dibawa pulang. Beberapa siswa kelas 4 hingga 6 bahkan menunjukkan minat untuk terus berlatih dan mengembangkan kreasi mereka menjadi produk yang berpotensi dijual. Mahasiswa KKN UNS 95 dari Universitas Sebelas Maret berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan budaya kreatif serta jiwa kewirausahaan sejak dini di Desa Dempel. Ke depan, sinergi antara mahasiswa dan pihak sekolah diharapkan terus terjalin guna menciptakan lingkungan pendidikan yang inovatif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan siswa.
Editor: Muhammad Rizki Habibie