
NGAWI— 12 Februari 2026, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan kegiatan Workshop Kreatif Kokedama sebagai Sarana Pengembangan Keterampilan dan Estetika Lingkungan di Desa Dempel, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kerajinan tanaman hias yang bernilai estetika sekaligus berpotensi ekonomis.
Workshop tersebut merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN, perangkat desa, serta ibu-ibu PKK setempat. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada teknik pembuatan kokedama, yakni seni menanam tanaman menggunakan media tanah dan serabut kelapa yang dibentuk menyerupai bola, sehingga dapat dijadikan dekorasi rumah yang unik, hemat tempat, dan ramah lingkungan.
Program ini diinisiasi setelah mahasiswa melakukan observasi terhadap potensi kreativitas warga serta kebutuhan akan kegiatan produktif yang dapat memperindah lingkungan rumah. Selain sebagai hiasan, kokedama juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan bernilai jual.
Pelaksanaan workshop diawali dengan pemaparan materi singkat mengenai konsep kokedama, manfaat tanaman hias, serta langkah-langkah pembuatannya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik langsung, di mana setiap peserta membuat kokedama secara mandiri menggunakan bahan yang telah disediakan. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, terlihat dari semangat peserta saat membentuk media tanam hingga menghias hasil karya masing-masing.
Ibu Lurah Desa Dempel turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah menghadirkan pelatihan kreatif seperti ini. Selain menambah keterampilan ibu-ibu, kokedama ini juga bisa mempercantik rumah dan berpeluang menjadi usaha kecil lho ibu-ibu untuk menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.
Melalui workshop ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman praktik yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di rumah. Hasil kokedama yang telah dibuat kemudian dibawa pulang oleh peserta sebagai bentuk motivasi untuk terus berkreasi.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Dengan semakin banyaknya tanaman hias di pekarangan rumah, suasana desa pun diharapkan menjadi lebih hijau, asri, dan nyaman.
Mahasiswa KKN berharap program ini dapat menjadi langkah awal munculnya kegiatan kerajinan berbasis tanaman hias di Desa Dempel serta memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan program pemberdayaan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi warga.